Etika Wawancara

Posted on Maret 31, 2009. Filed under: Dunia Kerja |

Lamaran kerja Anda  diterima, sekarang masih tersisa test wawancara. Dalam melakukan wawancara, ada beberepa hal yang harus dipersiapkan dan beberapa etika dalam mengikuti test wawancara antara lain:

1. Percaya diri. Masuk ke dalam ruangan dengan yakin, jabat tangan pewawancara dengan tasa penuh percaya diri, senyum, dan penuh semangat. Wawancara bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi jika dapat mengantisipasikan cobaan ini, bahasa tubuh Anda akan secara otomatis menggambarkan sikap ini.

2. Jabat erat. Jangan berjabat tangan dengan lemas seperti ikan yang mati. Genggam erat dan kuat sehingga memberi kesan percaya diri dan sejajar. Tapi juga jangan terlalu berlebihan. Pastinya Anda tidak ingin diingat orang karena telah mematahkan tangannya ketika berjabat tangan dengan Anda, kan?

3. Tatap wajah/mata. Perhatikan apa yang dibicarakan atau ditanyakan dengan seksama. Jika si pewawancara seorang yang antusias, cobalah untuk dapat mengambil emosinya dan sebaliknya jika dia seorang yang pasif/serius, sebaiknya ikuti juga alurnya. Intinya, uahakan untuk membuat suasana menjadi menyenangkan, tidak kaku, atau penuh ketakutan.

4. Jaga sikap. Posisi duduk yang tegap, cara bertatapan muka, dan bagaimana seharusnya menjawab pertanyaan, akan mencerminkan kepribadian serta rasa percaya diri Anda. Posisi duduk yang agak membungkuk, misalnya, menggambarkan seseorang yang lemah dan malas.

5. Jangan bersidekap. Ini menyiratkan sikap tertutup, cenderung ingin membela diri, dan tidak kooperatif. Gunakan tangan Anda untuk mengutarakan atau menerangkan sesuatu ketika sedang berbicara. Ketika si pewawancara bicara, sebaiknya kedua tangan diletakkan di lengan kursi atau di bawah badan.

6. Kontak mata. Jangan menghindari tatapan matanya dengan menunduk, membuang muka. Sebaliknya, hunakan ekspresi tubuh yang menyiratkan ketertarikan, perhatian, semisal mengganggukkan kepala, mengangkat alis, dan sebagainya.

7. Posisi nyaman. Jangan terlalu sering mengubah posisi. Cari posisi yang enak bagi kedua kaki dan coba bertahan pada posisi tadi. Berkali-kali mengubah posisi hanya menggambarkan sikap gelisah dan tidak dapat di percaya.

8. Kontrol suara. Hindari berbicara terlalu pelan dan lembut, atau terlalu cepat dan terputus-putus. Yang harus diingat sebelum menjawab pertanyaan adalah tarik nafas panjang, kemudian pikir jawaban terlebih dahulu, baru jawab dengan penuh keyakinan. Hal ini akan menenangkan syaraf dan membantu Anda memberi jawaban yang lancar sekaligus memberi kesempatan untuk “ambil ancang-ancang terlebih dulu sebelum meloncat”, jika harus menjawab pertanyaan sulit atau penting.

Sumber tulisan..

http://www.karir-up.com/artikel-dunia-kerja

http://tabloidnova.com

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

    Perihal

    Hidup cuma satu kali, maka Hiduplah dengan penuh makna dan manfaat bagi orang lain

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: